PSSI oh PSSI… :D

Posted on 29 March 2011

0


PSSI



Bismillah

 

Kisruh PSSI sekarang ini luar biasa menarik perhatian Bangsa Indonesia. Mulai dari prestasi yang tidak istimewa, kasus hukum petingginya, hingga perseteruan-perseteruan yang makin lama makin “rame”. Saya dulu heran sekali, ketika Pak Nurdin Halid masuk LP karena kasus korupsi distribusi minyak goreng sebesar 18 juta USDollars pada tahun 2008.. “Lho, apa di PSSI boleh dipimpin dari dalam tahanan? Apa di PSSI tidak ada mekanisme penggantian ketua yang bermasalah? Hebat banget Pak Nurdin, udah di dalam tahanan tapi masih tak tergoyahkan,ckckck”. Bahkan, media Inggris sudah menyindir hal ini.

 

PSSI vs LPI

Beberapa waktu yang lalu muncullah Liga Primer Indonesia sebagai bentuk ketidakpuasan sebagian masyarakat yang peduli terhadap persepakbolaan Indonesia. LPI menawarkan solusi-solusi fresh pada klub sepakbola Indonesia supaya bisa mandiri dan supaya kompetisi berjalan lebih profesional dan bersih. Diantaranya dengan membimbing klub-klub untuk tidak memakai APBD dan mengelola pendapatan sendiri, memakai wasit-wasit luar negeri yang lebih tegas dan kompeten, memberlakukan disiplin ketat kepada pemain-pemain yang memprotes wasit secara berlebihan. Mereka yang memprotes langsung dihukum sanksi beberapa pertandingan. PSSI menyikapi hal ini secara sepihak, mereka menyatakan bahwa LPI illegal dan tidak sah serta melarang pemain yang berpartisipasi di LPI untuk membela timnas Indonesia. Seharusnya sebagai lembaga persepakbolaan terbesar dan terlegal seindonesia, PSSI bisa membimbing, mengayomi dan mengakomodasi keinginan dan pendapat dari masyarakat. Bukan seperti diktator yang meng”hajar” semua orang yang tidak sependapat.

 

PSSI vs FIFA

Beberapa waktu kemudian, mulailah berhembus masalah kongres PSSI. Komite Pemilihan Komite Eksekutif PSSI mencoret George Toisutta dan Arifin Panigoro dan meloloskan Nurdin Halid sebagai calon ketua umum PSSI. PSSI secara seenaknya telah memelintir statuta Fifa, supaya sesuai dengan “kepentingan” PSSI. Padahal menurut statuta Fifa, justru George dan Arifin memenuhi syarat karena mereka sudah terlibat dalam persepakbolaan lebih dari 5 tahun dan Nurdin tidak lolos karena pernah menjadi terpidana kasus korupsi. Pada akhirnya, dibawah tekanan, Komite Pemilihan menolak semua calon yang ada, aneh.

 

Setelah itu, kongres yang ditetapkan akan diadakan di Pekan Baru tanggal 26 Maret juga tidak jadi diselenggarakan karena kericuhan yang terjadi. Kericuhan terjadi karena banyaknya anggota PSSI dari daerah yang merasa tidak mendapat hak suara untuk mengikuti kogres. PSSI mengklaim mereka membatalkan karena alasan keamanan dan sudah disetujui oleh perwakilan FIFA yang hadir. Padahal perwakilan FIFA tersebut hanya hadir sebagai pengamat dan tidak merasa berkompeten untuk memberikan pendapat terkait kongres. Baru-baru ini, PSSI juga membantah keterangan perwakilan fifa tersebut dan menganggap si pemberi keterangan tidak kompeten. Penundaan kongres justru hanya menegaskan ketidaksiapan PSSI dalam menyelenggarakan kongres. Pada akhirnya kongres dan pemilihan ketua umum PSSI jadi tertunda kembali beberapa bulan ke depan. Makin lama deh menjabatnya… fiuuh

 

 

Nurdin vs Andi

 

Berita paling hangat sekarang adalah “pertempuran” terang-terangan antara Pak Nurdin Halid dengan Pak Andi Mallarangeng. Nurdin mengatakan kalau Andi tidak pantas jadi Menegpora dan meminta SBY untuk memecatnya. Nurdin menilai Andi tidak berbuat apa-apa terhadap LPI yang menurutnya sudah jelas illegal, Andi juga dinilai terlalu ikut campur dalam PSSI dan tidak pernah mengajak PSSI untuk berdiskusi. Sedangkan Andi atas nama pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan menyusul kongres tanggal 26 Maret kemaren. Diantaranya akan menunggu keputusan fifa mengenai sahnya kongres PSSI, menganggap pengurus PSSI tidak kompeten dalam mengurus PSSI dan kongres, sampai menghentikan sementara aliran dana APBN untuk PSSI.

 

Berlarut-larutnya masalah PSSI ini tentu saja membuat kening kita berkerut. Ada apa sih di PSSI? Kok besar konflik kekuasaannya bisa menyamai proses pemilihan presiden RI? Kepentingan apa sebenarnya yang dipertahankan disana? Apa mungkin karena sepakbola Indonesia yang sedang merangkak naik merupakan sasaran empuk bagi sebagian politikus untuk “menabung” suara-suara sebelum 2014? Pendukung sepakbola yang bertambah dengan kecepatan luarbiasa tentu saja sangat “menggoda”. Atau masalah ini berhubungan dengan uang dan dinasti kekuasaan turun-temurun? Zona nyaman yang sudah diduduki bertahun-tahun, tentu akan diperjuangkan. Entahlah.

 

Atau sebenarnya masalah-masalah ini hanya menunjukkan ketidak-siapan dan ketidak-pantasan sebagian dari kita untuk memimpin. Mental tidak mau mengakui kesalahan, dan melihat kesalahan orang lebih besar daripada kesalahan sendiri, telah membuktikan hal tersebut.

 

Apakah “mengundurkan diri karena merasa kurang pantas memimpin dan ada orang yang bisa memimpin dengan lebih baik” diartikan sebagai bentuk KEPENGECUTAN dan kekalahan? Atau justru merupakan sikap ksatria, kebesaran hati dan KEDEWASAAN jiwa? Demi kepentingan yang jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi semata.

 

Yah, semoga masalah ini cepat terselesaikan. Para pemimpin bisa introspeksi diri dan meningkatkan komunikasi sehingga masalahnya tidak berlarut-larut. Masyarakat sudah haus prestasi timnas Indonesia dan sudah bosan dengan kekerdilan jiwa sebagian dari pemimpinnya.

 

Wallahualam

 

Posted in: My angle